Jelang Pilkades Amansari, Nani Komala Sari Makin Intens Silaturahmi, Jemput Doa hingga Sungkeman kepada Orang Tua H. Ade Eko

Jelang Pilkades Amansari, Nani Komala Sari Makin Intens Silaturahmi, Jemput Doa hingga Sungkeman kepada Orang Tua H. Ade Eko
Spread the love

KARAWANG — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, dinamika politik di tingkat desa mulai menghangat. Sejumlah kandidat mulai meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga keluarga warga di berbagai wilayah Desa Amansari.

Salah satu kandidat yang mulai intens melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat adalah Nani Komala Sari. Ia memilih jalur silaturahmi sebagai salah satu cara membangun komunikasi sekaligus menyampaikan niatnya untuk maju dalam kontestasi Pilkades Amansari.

Terbaru, pada Jumat (4/9/2026), Nani menyambangi Dusun Sasak, tepatnya kediaman tokoh pemuda H. Ade Eko. Kedatangan Nani disambut baik oleh keluarga besar H. Ade Eko dalam suasana yang berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Nani menyampaikan niatnya untuk maju sebagai calon kepala desa. Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat serta menyampaikan permohonan maaf apabila selama berinteraksi dengan warga terdapat kesalahan, kekhilafan maupun ucapan yang kurang berkenan.

Sungkeman kepada Orang Tua H. Ade Eko

Momen penuh haru terjadi ketika Nani melakukan sungkeman kepada H. Mali, orang tua H. Ade Eko, beserta istrinya yang tengah dalam kondisi kurang sehat.

Dengan penuh penghormatan, Nani mendoakan agar H. Mali dan istrinya diberikan kesehatan serta segera mendapatkan kesembuhan.

Momen tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan kekeluargaan yang dibangun Nani dalam setiap agenda silaturahminya. Ia berharap hubungan baik dan tali silaturahmi dengan masyarakat tetap terjaga, terlepas dari dinamika politik yang berkembang menjelang Pilkades Amansari.

H. Asep Turut Hadir

Pertemuan tersebut juga dihadiri H. Asep, tokoh pemuda Dusun Krajan Barat, Desa Amansari.

Kehadiran H. Asep bersama keluarga besar H. Ade Eko membuat suasana pertemuan semakin hangat. Dialog berlangsung secara santai dalam nuansa kekeluargaan.

Meski pertemuan berlangsung di tengah tahapan menuju Pilkades Amansari, agenda tersebut lebih tepat dipandang sebagai silaturahmi dan komunikasi politik. Kehadiran sejumlah tokoh dalam pertemuan itu tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai deklarasi dukungan resmi apabila belum disertai pernyataan langsung dari pihak yang bersangkutan.

Safari Silaturahmi Terus Dilakukan

Langkah Nani Komala Sari menyambangi berbagai tokoh dan masyarakat menunjukkan bahwa komunikasi secara langsung menjadi salah satu strategi yang terus dibangun menjelang Pilkades Amansari.

Tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga keluarga warga menjadi bagian dari agenda silaturahmi yang dilakukan. Dalam setiap kunjungannya, Nani menyampaikan niat dan harapannya sekaligus meminta doa serta dukungan masyarakat.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin pernah terjadi selama berinteraksi dengan masyarakat.

Bagi seorang kandidat kepala desa, membangun kepercayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada popularitas. Kedekatan sosial, rekam jejak, visi dan misi, serta kemampuan meyakinkan masyarakat menjadi sejumlah faktor yang akan menentukan perjalanan setiap kandidat menuju pemungutan suara.

Kini, pergerakan para kandidat mulai terlihat. Nani Komala Sari memilih jalur silaturahmi untuk membangun komunikasi politik sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat Amansari.

Pertanyaannya, sejauh mana intensitas safari silaturahmi tersebut mampu diterjemahkan menjadi dukungan nyata dari masyarakat?

Jawabannya masih menjadi bagian dari dinamika Pilkades Amansari.

Pada akhirnya, masyarakat Desa Amansari yang memiliki hak menentukan siapa yang dinilai paling layak menerima amanah untuk memimpin Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Pilkades Amansari pun diprediksi semakin menarik. Peta komunikasi politik mulai bergerak, para kandidat mulai turun menyapa warga, sementara masyarakat menjadi penentu utama arah kepemimpinan desa ke depan.

Dedi MK


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *