HALMAHERA SELATAN — Warga dan pemuda-pemudi yang beraktivitas pada malam hari di kawasan UMKM Milenial Kabupaten Halmahera Selatan dikejutkan dengan kemunculan satwa yang diduga seekor buaya di sekitar perairan kawasan tersebut.
Kemunculan satwa itu diketahui oleh tiga pemuda-pemudi yang sedang berada di lokasi. Awalnya, mereka mengira benda yang terlihat di permukaan air merupakan daun kelapa kering atau batang kayu. Namun, setelah diamati lebih seksama, benda tersebut bergerak hingga mereka menduga bahwa yang terlihat adalah seekor buaya.
“Awalnya kami kira daun kelapa kering atau kayu yang berada di atas air. Tapi setelah diperhatikan, bagian belakangnya bergerak dan ternyata seperti buaya,” ujar salah seorang pemuda di lokasi.
Menurut keterangan warga dan pemuda setempat, satwa yang diduga buaya tersebut disebut telah terlihat melintas di kawasan itu sekitar dua hingga tiga kali.
Kondisi lingkungan sekitar juga menjadi perhatian. Di kawasan tersebut terdapat jembatan yang mengalami kerusakan, bangunan yang sudah tidak digunakan, serta bebatuan di sekitar perairan yang diduga dapat menjadi tempat berlindung satwa. Kendati demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.
Rencana Water Sport Jadi Sorotan
Kemunculan satwa yang diduga buaya tersebut menjadi perhatian serius menyusul adanya informasi mengenai rencana pengembangan wahana water sport di kawasan UMKM Milenial.
Sejumlah wahana yang disebut akan dikembangkan antara lain jet ski, banana boat, dan donut boat, yang tentunya melibatkan aktivitas masyarakat secara langsung di atas maupun sekitar perairan.
Para pemuda menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menghambat pengembangan kawasan wisata. Namun, mereka meminta aspek keselamatan pengunjung menjadi prioritas sebelum wahana tersebut beroperasi.
Kekhawatiran terutama muncul terhadap kemungkinan pengunjung terjatuh ke dalam air saat menggunakan banana boat maupun donut boat.
“Kami hanya mengingatkan soal keselamatan. Kalau memang sudah beberapa kali terlihat buaya di sekitar lokasi, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum wahana yang bersentuhan langsung dengan air dibuka,” ungkap salah seorang pemuda.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama instansi terkait dan pihak pengelola segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perairan serta memastikan keamanan kawasan sebelum aktivitas water sport dimulai.
Warga juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati, mengganggu, ataupun mencoba menangkap satwa yang diduga buaya apabila kembali terlihat. Warga diminta segera melaporkan kemunculannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara aman.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai keberadaan buaya tersebut masih berdasarkan pengamatan warga dan pemuda-pemudi di lokasi. Belum terdapat keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai keberadaan, jumlah, maupun jenis satwa tersebut.
Masyarakat berharap langkah verifikasi dan pengamanan segera dilakukan agar rencana pengembangan wisata tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan pengunjung.
REDAKSI BNN

