Jembatan Sukamantri: Barikade BSN Tegaskan Tak Hapus Portal, Hanya Perlebar Akses 3 Meter Sesuai Aturan

Jembatan Sukamantri: Barikade BSN Tegaskan Tak Hapus Portal, Hanya Perlebar Akses 3 Meter Sesuai Aturan
Spread the love

SUBANG ,BNN – Boy Salim , Wakil Ketua Umum Barikade Sakti Ngajiwa (BSN) barisan pendukung Kang Dedi Mulyadi, meluruskan kesalahpahaman yang berkembang terkait tuntutan warga terhadap portal di Jembatan Sukamantri, perbatasan Subang dan Karawang. Ia menegaskan pihaknya sama sekali tidak bermaksud menghapus portal, melainkan hanya memperlebar dan meninggikan pembatas demi kelancaran akses masyarakat umum.

Pernyataan itu disampaikan langsung di lokasi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut Boy, pihaknya hanyalah perantara yang menyuarakan aspirasi warga yang sudah tertuang dalam daftar tanda tangan tokoh masyarakat setempat.

Kami hanya ingin portal diperlebar dan ditinggikan, bukan dihilangkan sama sekali. Selama ini portal yang ada terlalu sempit, sehingga mobil travel, kendaraan kebutuhan umum, hingga pengangkut material tidak bisa lewat. Bahkan warga yang pulang dari luar negeri menggunakan travel pun terhambat. Padahal ini jalan dan jembatan umum yang harus bisa dinikmati semua pihak,” tegas Boy.

Rancangan perubahan yang diminta, lanjutnya, sudah sesuai rekomendasi Dinas PUPR dan Dishub: lebar portal akan diubah menjadi 3 meter dengan ketinggian 2,5 meter, namun tetap mempertahankan batasan muatan maksimal 8 ton guna menjaga keamanan konstruksi jembatan.

Boy juga menanggapi isu yang menyebut tanda tangan warga ada yang palsu. “Saya menerima daftar itu langsung dari tokoh masyarakat di sini. Soal perdebatan itu, kami serahkan pada musyawarah. Insyaallah pihak Karawang sudah mulai memahami maksud baik kami, tinggal menunggu kesepakatan dengan pihak Subang,” ujarnya.

Ia mengakui adanya perlawanan dari sejumlah pihak yang tidak ingin namanya disebutkan, namun menegaskan kehadiran BSN dan pendirian posko di lokasi semata-mata untuk menampung aspirasi warga, bukan memicu keributan.

Kalau ada yang merasa kehadiran kami mengganggu, silakan sampaikan langsung kepada saya. Saya warga Desa Cicinde Utara, siap berdialog. Tujuan kami satu: melancarkan akses antarwilayah sesuai aturan yang berlaku, bukan memperkeruh suasana,” tandasnya.

Mengenai kemungkinan pertemuan antar pihak yang bersengketa, Boy menyatakan akan berkoordinasi dengan seluruh elemen terkait agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Ia juga berharap polemik ini tidak berlarut-larut, mengingat tugas utama BSN adalah merajut silaturahmi dan memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sebaliknya.

Sampai kapanpun saya akan selesaikan ini dengan kepala dingin. Yang pasti, portal tidak akan dibuang, hanya disesuaikan ukurannya agar jembatan bisa berfungsi maksimal namun tetap aman dan awet,” pungkas Boy Salim 

Redaksi BNN


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *