KARAWANG,BNN — Bakal calon Kepala Desa Kaliurip, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Atep Cahyadi, menyatakan komitmennya untuk mendorong perubahan dalam tata kelola pemerintahan desa dengan mengedepankan keterbukaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
Atep mengaku lahir dari lingkungan masyarakat lapangan. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan yang mendorong dirinya untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kaliurip.
“Saya ini orang lapangan, keseharian saya mencari rezeki di lapangan. Dari situlah hati saya tergugah untuk punya visi dan misi memakmurkan masyarakat Desa Kaliurip,” ujar Atep.
Menurut Atep, pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemerintah desa juga harus memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas masyarakat melalui pendidikan, pengembangan SDM, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Ia pun menegaskan tiga bidang yang menjadi fokus utama gagasannya, yakni SDM, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Atep menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting dalam membangun kepercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, berbagai informasi yang menyangkut kepentingan publik harus dapat diketahui masyarakat secara jelas.
“Kita harus transparan ke masyarakat. Soal batas desa, soal kebijakan pemerintah, sampai soal perusahaan. Di mana pun itu harus terbuka untuk masyarakat,” tegasnya.
Potensi Industri Harus Berdampak bagi Warga
Atep juga menyoroti potensi strategis Desa Kaliurip yang berbatasan langsung dengan kawasan industri Indotaise.
Ia menyebut, berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 34 pabrik di kawasan tersebut, dengan sekitar 30 di antaranya telah beroperasi dan produktif.
Dengan jumlah penduduk Desa Kaliurip yang disebut mencapai sekitar 4.000 jiwa, Atep menilai keberadaan kawasan industri tersebut seharusnya dapat menjadi peluang bagi masyarakat, khususnya dalam aspek lapangan pekerjaan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan.
Namun, Atep mengakui dirinya masih perlu lebih banyak turun ke masyarakat untuk memahami berbagai persoalan dan kebutuhan warga secara menyeluruh.
“Saya tahu saya belum maksimal dan belum menyeluruh mengenal masyarakat. Makanya ada greget dalam diri saya untuk membangun Desa Kaliurip. Masyarakat harus lebih tahu tentang kebijakan desa dan potensi yang ada,” katanya.
Ingin Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Jika nantinya mendapat amanah dari masyarakat untuk memimpin Desa Kaliurip, Atep menyampaikan harapan yang menurutnya sederhana: menghadirkan sosok pemimpin yang dekat dan siap melayani masyarakat.
“Harapan saya simpel. Masyarakat Desa Kaliurip ingin punya pimpinan yang menyayangi masyarakatnya. Yang ketika masyarakat butuh tengah malam, bisa dilayani. Siap. Itu saja,” ucapnya.
Atep berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama membangun Desa Kaliurip agar semakin transparan, maju, mandiri, dan sejahtera.
Baginya, pembangunan desa bukan semata-mata tanggung jawab kepala desa, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.
“Desa yang maju harus dibangun bersama, dengan keterbukaan dan kepedulian terhadap masyarakat.”
REPORTER : AGUS

