KARAWANG, BNN — Komitmen aparat keamanan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Karawang mendapat apresiasi dari Ketua DPC LSM ELANG MAS Karawang, Fahmi Abdul Qodir.
Fahmi memberikan apresiasi terhadap kinerja Komandan Kodim (Dandim) dalam upaya menjaga keamanan wilayah Karawang, khususnya dalam menekan aksi kejahatan jalanan seperti begal serta peredaran obat-obatan terlarang.
Menurutnya, komitmen untuk mewujudkan “100 Hari Karawang Bebas Begal dan Obat Terlarang” merupakan langkah positif yang perlu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami dari LSM ELANG MAS Karawang memberikan apresiasi terhadap langkah dan komitmen Dandim bersama jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Karawang. Program ini harus didukung bersama agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar Fahmi , Rabu (12/08/2026)
Ia menilai persoalan begal dan peredaran obat terlarang bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat secara luas.
Fahmi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan tindak kriminal maupun peredaran obat-obatan terlarang.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton. Mari kita dukung aparat dalam menciptakan Karawang yang aman, tertib dan bebas dari aksi begal serta peredaran obat terlarang,” tegasnya.
Ketua DPC LSM ELANG MAS Karawang tersebut berharap semangat pemberantasan kejahatan dapat terus dijaga dan tidak berhenti setelah program 100 hari berakhir. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Harapan kami, program ini bukan hanya slogan, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Karawang. Sinergi antara aparat dan masyarakat harus terus diperkuat,” pungkas Fahmi.
REDAKSI BNN

