Marooned Actor Society Tampil Memukau di FTJU 2026 Lewat Lakon “SHIFT IV Setelah Metamorfosis Kafkha”

Marooned Actor Society Tampil Memukau di FTJU 2026 Lewat Lakon “SHIFT IV Setelah Metamorfosis Kafkha”
Spread the love

JAKARTA, BNN – Setelah sukses menyapu bersih berbagai penghargaan bergengsi pada Festival Teater Jakarta Utara (FTJU) 2025 melalui naskah “Akses Ditolak (403)”, kelompok teater Marooned Actor Society kembali menghadirkan gebrakan di ajang FTJU 2026. Tahun ini, mereka menampilkan lakon terbaru bertajuk “SHIFT IV Setelah Metamorfosis Kafkha”, karya yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Fadjar Sukma.

Pementasan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB, di Gedung PPSB AKI Tirem, Jalan Yos Sudarso No. 27–29, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Lakon SHIFT IV Setelah Metamorfosis Kafkha menyuguhkan refleksi mendalam mengenai eksistensi manusia di tengah tuntutan zaman. Pertunjukan ini menggambarkan kegelisahan manusia yang harus menghadapi tekanan hidup akibat tuntutan sosial, pekerjaan, dan perubahan zaman yang terus berlangsung.

“Ada rumah yang tak pernah selesai menyiapkan esok. Ada gudang yang terus mengejar hari ini. Di antara keduanya, seseorang menghitung langkah, napas, dan pintu yang tak pernah benar-benar dilewati. Batas antara hadir dan berguna, antara pulang dan kembali, perlahan mengabur ketika nilai seseorang ditentukan oleh fungsi yang masih mampu ia jalankan.”

Melalui narasi tersebut, SHIFT IV menempatkan manusia di antara dua ruang yang sama-sama menuntut. Perubahan paling sunyi bukan digambarkan ketika tubuh berubah menjadi sesuatu yang lain, melainkan ketika seseorang perlahan kehilangan identitas hingga tak lagi dikenali sebagai dirinya sendiri.

Berdasarkan pengamatan, sudut pandang, dan analisis para penonton yang memadati lokasi festival, penampilan Marooned Actor Society tahun ini dinilai sangat kuat dan berpotensi besar kembali meraih berbagai penghargaan seperti yang mereka raih pada tahun sebelumnya.

Antusiasme penonton tampak begitu tinggi usai pertunjukan. Salah seorang penonton mengaku sangat terkesan dengan totalitas produksi yang disuguhkan.

“Gila, gokil! SHIFT IV Setelah Metamorfosis Kafkha… gue banget. Keren juga itu grup, total produksinya,” ungkapnya.

Penampilan memukau tersebut turut dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Agus Smoke, Exan Zen, dan Malhamang Zam Zam.

Marooned Actor Society bukanlah nama baru di dunia teater Jakarta Utara. Kelompok ini bermula dari Teater Merah Maroon, yang berdiri pada 19 Januari 2010 sebagai transformasi dari Black White Stage (BWStage) atau Panggung Hitam Putih, yang didirikan oleh para alumni Teater Hitam Putih SMAN 52 Jakarta dan beranggotakan mahasiswa, pekerja, serta pelajar.

Pada tahun 2011, mereka untuk pertama kalinya mengikuti Festival Teater Jakarta Utara dengan membawakan lakon “Gubernur Nyentrik” dan berhasil meraih Juara II Jakarta Utara, sekaligus melaju ke Festival Teater Jakarta (FTJ) tingkat final.

Setelah sempat vakum pada 2016 akibat kesibukan para personel, kelompok ini bangkit kembali pada 2018 dengan nama baru Marooned Actor Society yang berarti “Kumpulan Aktor yang Terdampar”. Nama tersebut menjadi simbol perjalanan para anggotanya yang sempat berpencar, namun kembali bersatu untuk melanjutkan proses kreatif di dunia teater.

Kini, Marooned Actor Society dikenal sebagai laboratorium kreatif bagi para aktor yang digawangi dan dibimbing oleh Agus Subekti (Suketi Tewel), sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan dan marwah seni teater, khususnya di Jakarta Utara.

Marooned Actor Society juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Festival Teater Jakarta Utara (FTJU) yang bekerja sama dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara serta Ikatan Teater Jakarta Utara (ITERA) atas terselenggaranya festival yang terus menjadi ruang apresiasi dan pengembangan seni pertunjukan.

Susunan Tim Produksi “SHIFT IV Setelah Metamorfosis Kafkha”

Sutradara: Fadjar Sukma

Pimpinan Produksi: Emiliana Hartini Jagaddhita

Dramaturg: Tamar Julian

Pemeran:

Ivan Fadillah sebagai Pekerja

Alfrizal Arief Kalangi Butar Butar sebagai Ayah

Ika Fityan Maulana sebagai Mandor

Hilda Juvista sebagai Ibu

Roji sebagai Kakak Ipar

Zahra Rahmawati sebagai Anak

Aliyah Pratiwi

Rangga Hidayat

Dona Soraya

Muhaidin Firmansyah sebagai Para Pekerja

Tim Artistik dan Pendukung:

Manajer Panggung: Agus Setiawan (Agus Cungkring)

Penata Musik: Bayu Tris Sentanu

Penata Artistik: Agus Subekti (Suketi Tewel)

Staf Artistik: Ridho Dwi Piyanto, Abdillah, Dafah Nur Aprio, Bustomi, Muhammad Abidzar Al Ghifari, Aghitsni Al Fardhani, Farrel Ardiyansyah

Penata Rias: Annisa Putri Ravega

Tim Rias: Dewiwidya dan Cahya Aulia Zahra

Tim Hairdo: Kinanti Kupira Saharah, Pingky Dwi Angel Mansi, dan Sasqia Dzikra Khumaira

Penata Busana: Lingga Sugarnis

Tim Busana: Novita Citra Safira (Ncing)

Desain Grafis: Yulis Ahmad

Humas: Aseng Saung

Transportasi/Kru Panggung: Petrik Saung

Publikasi: Hilma Atqia Mujahidah

Konsumsi: Angelia Rahmadhani dan Riza Syakiila

MC: Nabila Aulia (Nala)

Lighting Crew: Azmi Fauzaan Sukardi

Konsultan Lighting: Aziz Diying

Wartawan: Aseng Saung

Editor Media: Ardian S. Perkasa


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *