KARAWANG, BNN – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan beton di wilayah Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan sejumlah awak media dan masyarakat. Proyek yang disebut berasal dari bantuan SPK Dinas PRKP tersebut diduga mengalami berbagai permasalahan di lapangan, mulai dari kualitas pekerjaan hingga dugaan adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan.
Sejumlah jurnalis mengaku kecewa lantaran koordinasi yang dijanjikan kepada rekan-rekan media disebut tidak pernah diterima. Mereka menduga terdapat oknum lapangan yang menahan atau mengelola sendiri uang koordinasi tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban.
“Kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, namun selalu diminta pulang terlebih dahulu. Bahkan ada informasi bahwa pekerjaan tersebut dibekingi oleh pihak tertentu,” ujar salah seorang awak media.
Sorotan juga datang dari warga Desa Karyabakti. Mereka mempertanyakan kualitas hasil pengecoran jalan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Menurut warga, jalan yang baru selesai dicor sudah mengalami retak di sejumlah titik.
“Baru semalam dicor, jalannya sudah retak dan terlihat amburadul. Material yang digunakan juga diduga tidak sesuai standar,” kata seorang warga.
Selain persoalan kualitas pekerjaan, awak media mengaku mengalami kesulitan saat menjalankan fungsi kontrol sosial di lokasi proyek. Mereka mengaku sempat mendapat hambatan ketika hendak melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan pekerjaan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan proyek di lapangan.
Atas berbagai temuan tersebut, awak media dan masyarakat meminta Dinas PRKP Kabupaten Karawang segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya guna memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.
Mereka juga meminta pihak dinas memberikan pembinaan atau teguran kepada mandor pelaksana apabila terbukti terdapat praktik penitipan uang koordinasi kepada oknum yang tidak berwenang, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dugaan penyimpangan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas PRKP Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan tersebut. (Redaksi BNN)

