Nyai Siti Walidah: Wanita Pembuka Jendela, Panggung Teater TIM Siap Hidupkan Sejarah dan Semangat Emansipasi

Nyai Siti Walidah: Wanita Pembuka Jendela, Panggung Teater TIM Siap Hidupkan Sejarah dan Semangat Emansipasi
Spread the love

JAKARTA, BNN — Panggung seni pertunjukan ibu kota akan kembali menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, kebudayaan, dan nilai-nilai perjuangan. Lembaga Seni Budaya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jakarta akan menghadirkan drama kolosal bertajuk “Nyai Siti Walidah: Wanita Pembuka Jendela”.

Pementasan yang mengangkat sosok Nyai Siti Walidah, tokoh perempuan yang dikenal memiliki kiprah besar dalam perjuangan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan perempuan, dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 November 2026, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta.

Naskah pementasan merupakan karya Prof. Dr. Moch. Imamudin, MM., MSc., MPsi. Drama ini tidak sekadar menawarkan pertunjukan teatrikal, tetapi membawa pesan tentang perjuangan, keteladanan, pendidikan, emansipasi perempuan, serta nilai-nilai kebangsaan yang tetap relevan hingga hari ini.

Teater sebagai Ruang Merawat Sejarah dan Kebudayaan

Di tengah perkembangan hiburan digital yang semakin cepat, pertunjukan teater tetap memiliki kekuatan tersendiri. Pertemuan langsung antara aktor dan penonton menghadirkan pengalaman artistik yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh layar digital.

Melalui pementasan “Nyai Siti Walidah: Wanita Pembuka Jendela”, PWM Jakarta turut mengambil bagian dalam merawat ekosistem seni pertunjukan Indonesia.

Teater dalam pementasan ini ditempatkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan sejarah dan nilai kebudayaan kepada masyarakat lintas generasi.

Kisah perjuangan Nyai Siti Walidah diharapkan mampu menjadi jendela bagi generasi masa kini untuk melihat kembali bagaimana perempuan memiliki peran penting dalam perjalanan pendidikan, sosial, keagamaan, dan kebudayaan Indonesia.

Kolaborasi Akademisi, Seniman dan Lintas Generasi

Pementasan tersebut melibatkan puluhan pemain dari berbagai latar belakang. Akademisi, profesional, seniman, dan pemain lintas generasi akan berkolaborasi menghidupkan tokoh serta suasana sejarah di atas panggung.

Sejumlah nama yang terlibat sebagai pemain antara lain Dr. Eka Yunita, Psi., M.Pd., Prof. Dr. Muchlas Suseno, M.Pd., Prof. Bunyamin, Dr. Eddy Sukardi, Dr. Tadjudin Noer, Imbong Hasbullah, Dian Mariyana, Aslamabad, Moh. Okky, Dr. Rusjdy S. Arifin, M.Sc., Cheffry Gading, Holong, Bang Nacing, Cang Rusli, Iwan Bule, Suryana MD, Maskulin Kiai, Nurmalina, Bobby, Fajar, Khefsenk, Rony, Budiarto, hingga Hisyam Daifullah.

Di balik panggung, produksi artistik dikomandoi oleh Prof. Imam S. Bumiayu sebagai Sutradara/Dalang. Ia didukung Tantio Adjie sebagai Konsultan Artistik, Goes Ploes pada musik, Ujang Smooth sebagai penata lampu, serta Andi Roy sebagai penata artistik.

Sementara itu, unsur narasi diperkuat oleh Imam Ma’arif sebagai Narator 1 dan Dr. Nurlina Rahman, S.Pd., M.Si. sebagai Narator 2. Tata rias ditangani Adella, sedangkan wardrobe dan costumes dipercayakan kepada Title Chemonk.

Produksi Dipersiapkan Secara Kolosal

Dari sisi manajemen produksi, kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Prof. Agus Suradika sebagai Penanggung Jawab Produksi, Dr. Ahmad Abu Bakar selaku Produser sekaligus Ketua PWM DKI Jakarta, dan Dr. Lelly Qadariah sebagai Manager Produksi.

Sementara Ragil dan Ratna bertugas sebagai Stage Manager dan Dr. Anita Damayanti sebagai Koordinator Bazar.

Tidak hanya pemain utama, pementasan ini juga melibatkan banyak pemain pendukung dari berbagai latar belakang. Keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi salah satu kekuatan produksi dalam menghadirkan pertunjukan yang diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dua Sesi Pertunjukan

Drama “Nyai Siti Walidah: Wanita Pembuka Jendela” akan digelar dalam dua sesi pada 12 November 2026.

Sesi pertama:

Pukul 13.30–17.00 WIB

Sesi kedua:

Pukul 19.30–21.00 WIB

Lokasi:

Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta

Produksi ini dipersembahkan oleh Lembaga Seni Budaya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta.

Pementasan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk kembali mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan sejarah tokoh-tokoh bangsa melalui medium seni pertunjukan.

Lebih dari sekadar menyaksikan sebuah drama, penonton diajak membuka kembali lembaran sejarah dan menyelami semangat perjuangan seorang perempuan yang berkontribusi dalam membuka ruang pendidikan, pemberdayaan, dan kemajuan perempuan Indonesia.

“Nyai Siti Walidah: Wanita Pembuka Jendela” menjadi ajakan untuk menjadikan seni bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran, refleksi, dan penguatan karakter bangsa.

Jangan lewatkan. Ajak keluarga, sahabat, dan orang-orang terkasih untuk hadir dan menjadi bagian dari perhelatan seni budaya yang menghidupkan kembali sejarah di atas panggung Teater Besar Taman Ismail Marzuki.( RED )


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *