3.394 Burung Asal Vietnam Diduga Masuk Indonesia, Ahok LSM ELANG MAS Desak Jalur Masuk dan Pemodal Dibongkar

3.394 Burung Asal Vietnam Diduga Masuk Indonesia, Ahok LSM ELANG MAS Desak Jalur Masuk dan Pemodal Dibongkar
Spread the love

SUBANG, BNN — Dugaan penyelundupan sebanyak 3.394 ekor burung asal Vietnam menjadi perhatian Divisi Investigasi DPP LSM ELANG MAS. Aparat penegak hukum didesak tidak hanya berhenti pada penindakan terhadap dua tersangka, tetapi mengusut seluruh mata rantai yang diduga terlibat dalam masuk dan beredarnya satwa tersebut di Indonesia.

Desakan tersebut disampaikan Ahok Kwok, Divisi Investigasi DPP LSM ELANG MAS, Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurut Ahok, jumlah burung yang mencapai ribuan ekor menunjukkan perlunya penyidikan secara menyeluruh untuk mengetahui bagaimana satwa tersebut dapat masuk dan dikirim hingga ke wilayah Sidoarjo.

“Ribuan burung tidak tiba di Sidoarjo tanpa pengiriman, biaya, dan penerima. Jangan berhenti pada dua tersangka apabila bukti mengarah kepada pihak lain. Ungkap siapa memesan, siapa membayar, siapa mengatur perjalanan, dan siapa menikmati keuntungan,” tegas Ahok.

Ia menilai aparat perlu menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari dugaan titik pemasukan, jalur pengangkutan, pihak yang mengirim maupun menerima, hingga kemungkinan adanya transaksi yang berkaitan dengan perdagangan satwa tersebut.

Jalur Distribusi Harus Ditelusuri

Ahok juga meminta proses penyidikan diperkuat dengan pemeriksaan terhadap berbagai bukti, termasuk dokumen pengiriman, transaksi keuangan serta komunikasi pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara.

“Periksa jalurnya, telusuri transaksinya, dan uji komunikasinya. Jika ditemukan bukti pihak yang membantu atau memfasilitasi pelanggaran, proses sesuai hukum. Jangan biarkan mata rantai penting luput dari penyidikan,” ujarnya.

Menurutnya, pengungkapan perkara tidak semestinya hanya berorientasi pada pelaku lapangan apabila hasil penyidikan menunjukkan adanya pihak lain yang diduga berperan sebagai pemesan, pemodal, pengendali ataupun penerima.

Namun demikian, Ahok menegaskan bahwa setiap pihak yang diduga terlibat harus diproses berdasarkan alat bukti yang sah, bukan berdasarkan asumsi atau tuduhan semata.

Burung Diminta Tidak Dilepas Sembarangan

Selain meminta pengusutan jaringan perdagangan, Ahok menyoroti penanganan ribuan burung yang telah diamankan.

Ia meminta satwa tersebut terlebih dahulu mendapatkan perawatan dan pemeriksaan untuk memastikan jenis, kondisi kesehatan, asal-usul, serta kesesuaiannya sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.

“Burung harus dirawat dan diperiksa. Jenis serta kesesuaian habitatnya harus dipastikan. Jangan jadikan alam Indonesia penanggung risiko dari dugaan penyelundupan,” katanya.

Menurut Ahok, langkah penanganan satwa harus mempertimbangkan aspek kesehatan hewan, konservasi, serta potensi dampak terhadap ekosistem apabila satwa dilepas tanpa kajian dan prosedur yang tepat.

“Amankan Satwanya, Telusuri Pemodalnya”

DPP LSM ELANG MAS berharap penanganan perkara tersebut dapat membuka informasi mengenai asal-usul burung, jalur masuk ke Indonesia, pihak yang memesan dan membiayai, hingga pihak yang diduga mengendalikan distribusinya.

“Amankan satwanya, telusuri pemodalnya, ungkap pengendalinya. Publik membutuhkan perkara yang terbukti sampai tuntas. Tidak boleh ada pihak kebal hukum, dan tidak boleh ada tuduhan tanpa bukti,” pungkas Ahok.

DPP LSM ELANG MAS menyatakan akan mencermati perkembangan penanganan perkara tersebut dan mendorong agar proses hukum berjalan transparan, profesional, serta berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.( RED )


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *