Drama Kolosal “Perempuan Pembuka Jendela” Siap Hadir di TIM, Angkat Perjuangan Nyai Siti Walidah

Drama Kolosal “Perempuan Pembuka Jendela” Siap Hadir di TIM, Angkat Perjuangan Nyai Siti Walidah
Spread the love

JAKARTA — Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta resmi memulai rangkaian latihan perdana drama kolosal bertajuk “Perempuan Pembuka Jendela”. Pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, ini mengangkat perjalanan hidup, perjuangan, dan keteladanan Nyai Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan, tokoh perempuan yang dikenal sebagai salah satu pendiri gerakan perempuan ‘Aisyiyah.

Latihan perdana digelar Jumat, 11 September 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Lantai 5 Gedung Kantor PWM DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 49, Jakarta Pusat. Kegiatan diawali dengan silaturahmi, perkenalan para pemain dan tim produksi, sekaligus pembagian peran dalam pementasan.

Drama kolosal tersebut tidak sekadar menyajikan pertunjukan seni, tetapi membawa penonton menelusuri perjuangan perempuan pada masa penjajahan dalam memperjuangkan pendidikan, pencerahan, emansipasi, serta akses pendidikan keagamaan dan umum bagi kaum perempuan.

Sosok Nyai Siti Walidah digambarkan sebagai perempuan tangguh yang konsisten memperjuangkan kemajuan kaum perempuan. Kelompok pengajian perempuan Sopo Tresno yang digerakkannya kemudian berkembang menjadi organisasi perempuan Islam ‘Aisyiyah.

Digarap Sutradara Berpengalaman

Pementasan ini berada di bawah arahan sutradara sekaligus seniman senior Prof. Dr. M. Imamuddin S. Bumiayu, M.M., M.Sc., yang juga menjabat Ketua LSB PWM DKI Jakarta.

Kiprah Prof. Imam dalam seni pertunjukan kolosal bertema sejarah nasional telah tercatat melalui sejumlah produksi, di antaranya drama kolosal “Dari Tanah Tinggi Matahari Itu Bersinar” di Teater Besar TIM pada 2023, teater kolosal “Darah Sang Surya Mengalir di Tubuh PETA” yang mengangkat kisah Jenderal Soedirman pada 2025, serta pentas Lenong Betawi “Lela Oh Lela” dalam Rakernas LSB PP Muhammadiyah pada 2026.

Melalui “Perempuan Pembuka Jendela”, LSB PWM DKI Jakarta kembali menghadirkan karya sejarah dengan pendekatan seni pertunjukan kolosal.

Kolaborasi Aktor Senior dan Generasi Z

Salah satu hal menarik dalam produksi kali ini adalah keterlibatan aktor senior bersama generasi muda, termasuk Gen Z.

Kolaborasi lintas generasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan transfer pengalaman seni dari generasi senior kepada generasi muda.

Tim produksi yang terlibat antara lain:

Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd., Pembina/Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang membidangi LSB;

Prof. Dr. M. Imamudin, M.Si. / Prof. Dr. Imamuddin S. Bumiayu, M.M., M.Sc., Ketua;

Dr. Nurlina Rahman, S.Pd., M.Si., Wakil Ketua I;

Imran Hasbullah, Wakil Ketua II;

Dr. Anita Damayanti, M.Pd., Wakil Ketua III;

Dr. Lelly Qodariah, M.Pd., Sekretaris LSB PWM DKI Jakarta.

Pementasan juga melibatkan sejumlah akademisi dan pelaku seni teater senior. Pemeran K.H. Ahmad Dahlan dewasa/tua dimainkan oleh Prof. Dr. Muchlas Suseno, M.Pd., dosen senior Universitas Negeri Jakarta.

Sementara pemeran Siti Walidah dewasa diperankan oleh Dr. Eka Yunita Yustantina, Psikolog, M.Pd., CIPC, dosen Universitas Islam As-Syafi’iyah.

Hadirkan Puluhan Karakter Sejarah

Drama kolosal ini melibatkan puluhan karakter yang menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat dari masa pergerakan nasional hingga masa kemerdekaan.

Kisah Siti Walidah akan ditampilkan sejak masa remaja, dewasa hingga usia senja. Selain K.H. Ahmad Dahlan dan keluarga, naskah juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Jenderal Soedirman, Tan Malaka, Hamengkubuwono, hingga Ir. Djuanda.

Berbagai karakter pendukung juga turut dihadirkan, mulai dari kalangan keraton, ulama, masyarakat lokal hingga tokoh kolonial Belanda.

Komposisi tersebut menjadikan pementasan ini bukan hanya drama biografi seorang tokoh perempuan, tetapi juga menjadi gambaran perjalanan sosial dan sejarah bangsa dalam sebuah panggung kolosal.

Target Pementasan November 2026

Sekretaris LSB PWM DKI Jakarta, Dr. Lelly Qodariah, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh panitia, tim produksi, pendukung acara, dan para pemain berharap proses latihan hingga hari pementasan dapat berjalan lancar.

“Seluruh panitia, pendukung acara, tim produksi dan para pemain berharap proses latihan hingga hari pementasan dapat berlangsung lancar, sukses, dan memberikan inspirasi luas bagi masyarakat,” ujar Dr. Lelly Qodariah saat proses latihan, Sabtu (19/9/2026).

Pementasan “Perempuan Pembuka Jendela” ditargetkan berlangsung pada 11–12 November 2026 di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pertunjukan ini diharapkan menjadi ruang apresiasi seni sekaligus sarana mengenalkan kembali keteladanan Nyai Siti Walidah kepada generasi masa kini melalui bahasa seni, sejarah, dan teater kolosal.

Wartawan & Editor: Ardian S. Perkasa


Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *