Karawang BNN – Keterbatasan daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di wilayah Rengasdengklok kembali menjadi perhatian publik. Kondisi ini mendorong Gerakan Rakyat Dari Utara (GARDU) meminta pemerintah daerah segera menambah fasilitas pendidikan berupa pembangunan SMP Negeri baru.
Humas GARDU, Unang Tahajudin menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar dugaan, melainkan realita yang terjadi di lapangan setiap tahun ajaran baru. Ia menyebut jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Rengasdengklok Utara, Kertasari, dan Dewisari terus meningkat, namun tidak sebanding dengan ketersediaan kursi di SMP negeri.
“Setiap tahun lulusan SD di tiga desa itu terus bertambah, sementara kapasitas SMP negeri yang ada sudah tidak mencukupi. Akibatnya, banyak siswa terpaksa melanjutkan ke sekolah swasta yang bagi sebagian keluarga menjadi beban biaya,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan masih adanya ketimpangan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada sekolah negeri. Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan semakin memperlebar kesenjangan pendidikan di wilayah tersebut.
GARDU pun mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang untuk segera melakukan kajian teknis serta perencanaan pembangunan SMP Negeri baru yang dapat mengakomodasi kebutuhan siswa dari tiga desa tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah SD di wilayah Rengasdengklok Utara dan Kertasari setiap tahun meluluskan ratusan siswa. Di Rengasdengklok Utara terdapat SDN Cikangkung Utara 1, SDN Cikangkung Barat 1, SDN Cikangkung Timur, serta beberapa lembaga pendidikan MI dan MDT setempat. Sementara di Desa Kertasari terdapat SDN Kertasari 1, SDN Katalaya, MI Kertasari, dan MI Pacing. Adapun data dari Desa Dewisari masih dalam proses pendataan.
GARDU menegaskan, tanpa penambahan fasilitas sekolah negeri, tekanan terhadap sistem penerimaan peserta didik baru akan terus berulang setiap tahun. Oleh karena itu, pembangunan SMP Negeri baru dinilai menjadi solusi mendesak untuk menjamin pemerataan akses pendidikan di wilayah Rengasdengklok dan sekitarnya.
Usulan tersebut telah disampaikan secara resmi sebagai aspirasi kepada Disdikbud Kabupaten Karawang untuk menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan sektor pendidikan ke depan.
Red

